logoblog

Cari

Tutup Iklan

Grabah Banyumulek dan Potensi Lokal

Grabah Banyumulek dan Potensi Lokal

Daerah Lombok Barat dikenal dengan pontensi Sumber Daya Alam yang bagus, Wisatanya yang ekosotis dan masyarkatnya yang ramah. Ini di kemukakan

Wisata Belanja

syamsul hadye
Oleh syamsul hadye
16 Maret, 2015 12:24:25
Wisata Belanja
Komentar: 0
Dibaca: 24694 Kali

Daerah Lombok Barat dikenal dengan pontensi Sumber Daya Alam yang bagus, Wisatanya yang ekosotis dan masyarkatnya yang ramah. Ini di kemukakan oleh penulis ketika berkunjung di desa banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat dengan menemui Inaq Mu’iah salah seorang pengrajin Grabah.

Hal ini sangat menarik bagi penulis mengingat matapencaharian warga setempat berbeda dari masyarkat lainnya.  Siapa tak kenal dengan “Grabah”. Dimana gerabah tersebut terbuat dari tanah lait dan diproses/produksi yang kemudian dapat menghasilkan aneka jenis “Grabah”. Produksi aneh (bagi penulis) ini karena terbuat dari tanah liat sampai saat ini masih saja di minati orang banyak di tengah kemajuan Teknologi dan jaman yang sudah moderen.

Hampir semua orang tahu tentang Grabah, tidak hanya masyarakat local yang ada di sekitar maupun masyarakat Lombok NTB, tapi juga di kenal sampai penjuru nusantara hingga internasional.

Proses Pembuatan

Tanah liat dilarutkan kedalam air untuk di ambil sari tatah tersebut. Setelah mengering lalu di campur dengan pasir agar kenyal (liat kuat), setelah itu baru kemudian di oleh untuk menghasilkan gumpalan tanah dan ditutup menggunakan plastik biar tetap lembab. Setelah itu baru deeeh bisa di produksi sesuai keinginan (tergantung pesanan) konsumene.   

tidak cukup sampai disitu baru di katakana garabah, tapi masih lagi membutuhkan proses pembutan, pengeringan pertama untuk persiapan penghalusan yang 1-2 hari, dimana proses penghalusan ini menggunakan alat yang sangat tradisional dengan batu-batu kecil yang di ambil dari sungai untuk penghalusan dan menggunakan sabit bekas yang tak bisa terpakai lagi untuk di krek (gosok-gosok hingga halus) lalu di keringkan.

Kalau sudah kering tahap pertama di atas baru proses penghalusan kedua, dimana ini menggunakan bahan oker campur solar dan saripati tanah. Sehingga bisa menghasilkan warna merah. Setelah itu baru di gosok dengan batu hitam. Lalu di keringkan lagi untuk proses pembakaran.

Pembakaran pun tidak menggunakan asal pembakaran seperti alat canggih seperti saat ini melainkan menggunakan kambut (kulit kelapa) dan kayu. Masa pembakarannya membutuhkan waktu 4-5 jam. Kalau sudah selesai di bakar jadi deeeh Grabahnya.   

Jadi, tidak heran jika harga gerabah bervariasi mulai dari harga Rp 5.000 – Rp. 200.00 (harga di produksinya). Kalau sudah masuk di pasar seni (Art Shop) berbeda lagi harganya. Tapi kalau di lihat dari proses yang tadi tentu sangat sesui dengan varian harga yang ada.

Fungsi grabah

 Garabah memiliki banyak pungsi dan mamfaatnya karena dapat menghasilakan grabah serti hiasan lingkungan ataupun hiasan-hiasan rumah lainnya (pot Bunga, tempat Lilin, Asbak, Vas bunga dan lain-lain). Tak hanya itu, perlu di ketahui juga oleh pembaca seperti yang di kemukkan oleh penulis bahhwa pungsi gerabah tidak hanya yang tertulis tadi Melainkan lebih dari itu.

Fungsi lainnya yang dapat di produksi ialah kete (sigon), pemongkak (panic), selao (tempat air), Jangkih, Coek (Cobek), Piring dan masih banyak yang lainnya. Kesemua ini menjadi sumber mata pencaharian sebagaian bersar warga masyarakat banyumulek dan sekitarnya.

Pembaca yang budiman, penulis tidak akan  berhenti sampai pungsi-pungsi di atas. Akan tetapi penulis akan mengulas tentang “RASA-RASA” makanan bila menggunakan dengan “GRABAH”.    

Penasaran kaaan? Rasa makanan yang terbuat dari grabah di atas memang berbeda dan enak di nikmati. Cobek, kete, pemongkak yang di gunakan untuk memasak makanan juga tidak luntur di atas api dan di isi dengan air, Sama halnya piring (grabah) Umpannya yang terbuat dari tanah tapi tidak menjijikan saat digunakan karena piring tersebut tidak luntur pula.

Garabah ini di gunakan oleh para orang tua terdahulu sebelum mereka pada menemukan alat-alat yang terbuat dari besi, alumunium, titanium dan sejenisnya yang banyak di gunakan oleh masyarakat sekarang.

Untuk itu, mari kita perdayakan dan pergunakan produk local ini sebagai alat dan kebutuhan sehari-hari. Penulis juga menggunakan garabah juga lhooo.

Daerah Lombok Barat dikenal dengan pontensi Sumber Daya Alam yang bagus, Wisatanya yang ekosotis dan masyarkatnya yang ramah. Ini di kemukakan oleh penulis ketika berkunjung di desa banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat dengan menemui Inaq Mu’iah salah seorang pengrajin Grabah.

 

Baca Juga :


Hal ini sangat menarik bagi penulis mengingat matapencaharian warga setempat berbeda dari masyarkat lainnya.  Siapa tak kenal dengan “Grabah”. Dimana gerabah tersebut terbuat dari tanah lait dan diproses/produksi yang kemudian dapat menghasilkan aneka jenis “Grabah”. Produksi aneh (bagi penulis) ini karena terbuat dari tanah liat sampai saat ini masih saja di minati orang banyak di tengah kemajuan Teknologi dan jaman yang sudah moderen.

Hampir semua orang tahu tentang Grabah, tidak hanya masyarakat local yang ada di sekitar maupun masyarakat Lombok NTB, tapi juga di kenal sampai penjuru nusantara hingga internasional.

Proses Pembuatan

Tanah liat dilarutkan kedalam air untuk di ambil sari tatah tersebut. Setelah mengering lalu di campur dengan pasir agar kenyal (liat kuat), setelah itu baru kemudian di oleh untuk menghasilkan gumpalan tanah dan ditutup menggunakan plastik biar tetap lembab. Setelah itu baru deeeh bisa di produksi sesuai keinginan (tergantung pesanan) konsumene.   

tidak cukup sampai disitu baru di katakana garabah, tapi masih lagi membutuhkan proses pembutan, pengeringan pertama untuk persiapan penghalusan yang 1-2 hari, dimana proses penghalusan ini menggunakan alat yang sangat tradisional dengan batu-batu kecil yang di ambil dari sungai untuk penghalusan dan menggunakan sabit bekas yang tak bisa terpakai lagi untuk di krek (gosok-gosok hingga halus) lalu di keringkan.

Kalau sudah kering tahap pertama di atas baru proses penghalusan kedua, dimana ini menggunakan bahan oker campur solar dan saripati tanah. Sehingga bisa menghasilkan warna merah. Setelah itu baru di gosok dengan batu hitam. Lalu di keringkan lagi untuk proses pembakaran.

Pembakaran pun tidak menggunakan asal pembakaran seperti alat canggih seperti saat ini melainkan menggunakan kambut (kulit kelapa) dan kayu. Masa pembakarannya membutuhkan waktu 4-5 jam. Kalau sudah selesai di bakar jadi deeeh Grabahnya.   

Jadi, tidak heran jika harga gerabah bervariasi mulai dari harga Rp 5.000 – Rp. 200.00 (harga di produksinya). Kalau sudah masuk di pasar seni (Art Shop) berbeda lagi harganya. Tapi kalau di lihat dari proses yang tadi tentu sangat sesui dengan varian harga yang ada.

Fungsi grabah

 Garabah memiliki banyak pungsi dan mamfaatnya karena dapat menghasilakan grabah serti hiasan lingkungan ataupun hiasan-hiasan rumah lainnya (pot Bunga, tempat Lilin, Asbak, Vas bunga dan lain-lain). Tak hanya itu, perlu di ketahui juga oleh pembaca seperti yang di kemukkan oleh penulis bahhwa pungsi gerabah tidak hanya yang tertulis tadi Melainkan lebih dari itu.

Fungsi lainnya yang dapat di produksi ialah kete (sigon), pemongkak (panic), selao (tempat air), Jangkih, Coek (Cobek), Piring dan masih banyak yang lainnya. Kesemua ini menjadi sumber mata pencaharian sebagaian bersar warga masyarakat banyumulek dan sekitarnya.

Pembaca yang budiman, penulis tidak akan  berhenti sampai pungsi-pungsi di atas. Akan tetapi penulis akan mengulas tentang “RASA-RASA” makanan bila menggunakan dengan “GRABAH”.    

Penasaran kaaan? Rasa makanan yang terbuat dari grabah di atas memang berbeda dan enak di nikmati. Cobek, kete, pemongkak yang di gunakan untuk memasak makanan juga tidak luntur di atas api dan di isi dengan air, Sama halnya piring (grabah) Umpannya yang terbuat dari tanah tapi tidak menjijikan saat digunakan karena piring tersebut tidak luntur pula.

Garabah ini di gunakan oleh para orang tua terdahulu sebelum mereka pada menemukan alat-alat yang terbuat dari besi, alumunium, titanium dan sejenisnya yang banyak di gunakan oleh masyarakat sekarang.

Untuk itu, mari kita perdayakan dan pergunakan produk local ini sebagai alat dan kebutuhan sehari-hari. Penulis juga menggunakan garabah juga lhooo. [] - 01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan