logoblog

Cari

Berwisata Gerabah Di Banyumulek

Berwisata Gerabah Di Banyumulek

Pulau Seribu Masjid, itulah julukan pulau Lombok.Namun, pulau yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini memiliki ragam budaya yang tak kalah dengan

Wisata Belanja

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
10 Maret, 2019 17:01:04
Wisata Belanja
Komentar: 0
Dibaca: 11033 Kali

Pulau Seribu Masjid, itulah julukan pulau Lombok.Namun, pulau yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini memiliki ragam budaya yang tak kalah dengan pulau lain. Daya kreatifitas masyarakatnya pun tampil ulet dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup mereka sendiri. Seni kerajinan tangan adalah salah satu bentuk dari kreatifitas masyarakat Lombok yang dapat menjadi sumber mata pencaharian dalam bertahan hidup. Kerajinan tangan berupa gerabah adalah salah satu wujud hasil kerajinan tangan yang telah mengharumkan nama Lombok di berbagai daerah, bahkan di luar negeri..

Salah satu sentra industri kerajinan seni gerabah.yang cukup dikenal oleh wisatawan di Pulau Lombok adalah Desa Banyumulek. Desa Banyumulek teletak di Kecamatan Labu Api, Kabupaten Lombok Barat, yang luas wilayahnya sekitar 4,21 Ha. Jumlah penduduk yang berdomisili di wilayah ini, yaitu sekitar 10.347 jiwa, dan sekitar 80% penduduknya bekerja sebagai pengrajin gerabah. Dalam hal ini, pengembangan perekonomian masyarakat Banyumulek sangat terbantu oleh usaha kerajinan seni gerabah yang ditumbuh-kembangkan secara regenerasi.  

H. Saprudin (62 thn) adalah salah seorang pemilik arshop seni gerabah di Banyumulek mengatakan bahwa kerajinan gerabah di Banyumulek telah berlangsung semenjak dulu. Secara regeneasi, masyarakat Banyumulek mewarisi keahlian dan keterampilan di bidang kerajinan seni gerabah, namun kebanyakan dilakoni oleh kaum perempuan. Tapi bukan berarti bahwa kaum laki-laki tidak ikut andil dalam usaha kerajinan seni gerabah tersebut, mereka pun tetap melibatkan diri dalam sistem pengelolaan gerabah, yaitu mereka bertugas untuk mencari tanah liat di berbagai daerah, dan juga mengurus proses pembakaran gerabah.

Dari tuturan masyarakat tentang sejarah gerabah di Banyumulek, Hasbih (26 th) yang juga salah seorang pemilik  arshop seni gerabah mengatakan bahwa sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an warga masyarakat Banyumulek hanya memproduksi gerabah untuk keperluan sehari-hari. Mereka hanya memproduksi kendi, gentong, tempayan, tong sampah, dan berbagai alat perabot rumah tangga lainnya. Namun seiring dengan perkembangan teknolgi, proses pembuatan gerabah di desa gerabah ini  mengalami perubahan, yaitu menjadi lebih modern. Selain itu, hasil produksi gerabah di desa Banyumulek mengalami pengembangan fungsi, yaitu diantaranya menjadi bagian untuk dekorasi, misalnya penghias taman atau ruangan hotel dan rumah, bahkan sebagai souvenir, atau cendera mata.  

Menurut Hasbih bahwa atas ketekunan dan kebersamaan warga masyarakat Banyumulek dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha kerajinan gerabah, Desa Banyumulek terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah. Bahkan hasil kerajinan seni gerabah dari desa ini adalah benar-benar murni dari tangan pengrajin dan tanpa menggunakan alat cetakan. Itulah sebabnya hasil produksi kerajinan seni gerabah dari desa gerabah banyak disukai oleh wisatawan bahkan mampu menembus pasar internasional di berbagai Negara, diantaranya New Zealand, Amerika Serikat, Italia, dan negara lainnya.

 

Baca Juga :


H. Saprudin mengatakan bahwa suatu kelebihan bila pengunjung menjelajah di kawasan desa gerabah Banyumulek adalah dapat menyaksikan langsung proses pembuatan gerabah yang diperagakan oleh para pengrajin. Para pengunjung juga diberikan kebebasan untuk mempelajari tahapan pembuatan gerabah, yaitu dengan langsung berkunjung di beberapa pengrajin yang membuka kursus.

Agar memudahkan pengunjung untuk menemukan hasil kerajinan seni gerabah di Desa Banyumulek, di sepanjang lorong-lorong jalan yang ada di desa ini banyak dijumpai galeri atau arshop gerabah. Pada galeri-galeri inilah dapat ditemukan ragam gerabah dengan berbagai bentuk, warna, dan motif. Diantara ragam kerajinan seni gerabah yang dapat ditemukan di berbagai galeri tersebut yaitu vas bunga pasir, gentong, celengan, kap lampu, hiasan dinding, cerek maling, dan lain sebagainya.

Dari sekian ragam kerajinan seni gerabah yang diproduksi di Desa Banyumulek, namun yang paling banyak dicari oleh pengunjung adalah ceret maling. Ceret maling memiliki bentuk seperti kendi biasa, namun memiliki lubang di bagian dasarnya yang digunakan untuk memasukkan air, sementara untuk menuankan air adalah tetap dikeluarkan dari mulut kendi. Inilah keunikan ceret maling yang didesain khusus agar air tidak tumpah dari lubang bawah ketika kendi diletakkan kembali. Berdasar dari segi penggunaannya pula, yaitu dengan memasukkan air dari bagian bawah atau dasar, sementara cara menuankan air dari kendi ini yaitu tetap dari bagian mulutnya sehingga dikatakan ceret maling. Hal ini pula membuat ceret maling teristimewa di Pulau Lombok, dan menjadikan Desa Gerabah Banyumulek terkenal dengan khas ceret maling.

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan